Aktris Aurelie Moeremans speak up dan menceritakan lebih dalam kisah pahitnya jadi korban grooming lewat buku digital yang dia tulis, berjudul Broken Strings. Aurelie mengakui semula takut, tapi ada hal lain yang membuatnya berani bicara.
Mengalami child grooming pada usia 15 tahun hingga mengaku mendapatkan kekerasan seksual, fisik, serta pengancaman, nggak mudah buat Aurelie lewati hingga bisa lepas dari pelaku. Kepada detikcom, aktris yang kini berdomisili di Amerika Serikat itu menceritakan banyak bab yang berat untuk dia tulis.
"Banyak sih Kak, chapters yang berat, hampir semuanya berat. Mungkin chapter pertama yang berat itu chapter 4, dan alasannya karena aku selama ini berusaha untuk melupakan kejadian itu karena sangat traumatic," kata Aurelie Moeremans dalam pesan singkatnya kepada detikcom, Rabu (14/1/2026).
Menulis chapter empat berjudul Dentang Rantainya, Aurelie Moeremans mengakui adalah bagian pertama luka masa lalunya yang harus dikulik dan ingat lagi. Istri Tyler Bigenho itu mengakui ada kalanya mau berhenti menulis karena terlalu berat.
"Tapi setiap kali ingin menyerah, aku ingat alasan awal kenapa aku menulis, yaitu untuk jujur pada diri sendiri dan bertahan," ungkapnya.
Setelah Broken Strings selesai dan dipublikasikan, perempuan kelahiran Belgia, 8 Agustus 1993 itu, kembali merasakan ketakutan. Buku ini dia sebut sebagai kisah nyata yang dialaminya. Pastinya akan ada orang-orang yang bereaksi memberikan respons pro dan kontra.
"Awalnya aku hanya mempublikasikan versi bahasa Inggris. Waktu itu aku berpikir supaya tidak terlalu banyak yang membaca karena trauma dari pengalaman sebelumnya, saat aku pernah mencoba berbagi dan responsnya tidak seperti yang aku harapkan. Aku merasa kalau dirilis dalam bahasa Inggris, pembacanya akan lebih terkurasi," ucapnya.
Bintang film Story of Dinda: Second Chance of Happiness itu nggak tutup mata dan telinga. Dia meyakini apa yang ditulis dalam Broken Strings adalah kebenaran.
"Aku sadar sejak awal bahwa ketika kita jujur, pasti akan ada reaksi yang beragam. Tapi, niat utamaku bukan untuk menyenangkan semua orang, melainkan untuk membantu mereka yang membutuhkan," tuturnya.
"Selama yang kutulis adalah kebenaran dan tujuannya baik, aku siap dengan risikonya. Fokusku tetap pada dampak positif yang bisa dihasilkan, bukan pada penolakan yang mungkin muncul," tegas Aurelie Moeremans.
Melihat reaksi positif, banyak respons dari perempuan dan orang tua yang merasa terbantu dan tercerahkan, mengubah rasa takut menjadi syukur. Aurelie berpesan untuk perempuan yang mengalami nasib sama, terjerumus karena grooming, untuk bangkit.
"Kamu tidak sendirian dan apa pun yang pernah terjadi padamu bukan salahmu. Kamu berhak sembuh, berhak bahagia, dan berhak punya masa depan yang lebih baik," pesan semangat dari Aurelie Moeremans. https://hot.detik.com/celeb/d-8306219/alasan-aurelie-moeremans-speak-up-pahitnya-jadi-korban-grooming-meski-berisiko
